Kisah Uang Rp.1000 dan Rp.100.000


# sebuah anekdot #
Sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia. Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat.
Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda, kemudian diantara kedua uang tersebut terjadilah Continue reading

Siapa yang paling hebat ?



WIKIPEDIA : Aku adalah sumber ilmu aku tahu semua

FACEBOOK : Yee gw dong gaul kenal sama semua orang

GOOGLE : Aku punya semuanya.

MOZILA : Kalo aku ngga ada kalian tidak bisa di akses

EXPLORER : Jiah Kan gue masih ada.

MOZILA : Apaan sih lo, ganggu obrolan orang aja!

EXPLORER : Lo sih, ngaku ngaku paling hebat
Continue reading

Balada Petani Era Akhir Zaman


Paijan sudah berpakaian rapi untuk melaksanakan tugas wajibnya yang rutin dilaksanakan tiap sore hari. Namun dia masih saja sibuk on-line memakai headphone dan webcam di depan kompi (baca: komputer), dengan yahoo mesengernya.

Si-mboknya yang dari tadi memperhatikan mulai jengah juga, dengan nada agak membentak dia bilang pada Paijan, ” Jan mbok ya cepet ngarit (baca cari rumput), sapine dah pada kelaparan kuwi lho, tetep main kompi aja!!!”.

“Sabar tho mbok, ni lagi telekonpren sama temen-temen ngarit ini lho” kata paijan sambil mengeklik yahoo voice pada menu yahoo messengernya. Beberapa saat kemudia terjadi dialog antara paijan dengan ngademin yang berada di seberang lain. Continue reading

Gombalan Maut Si Abi ^___^


Abi : “mi,,, jangan terlalu lama duduk di kursi itu,,pindah sini dekat abi aja.”
Umi : “loh kenapa bi?”
Abi. : “takut dikerubung semut,, soalnya umi manis.”

(ajiiB)

Abi : “mi,, orangtua umi dulu pengrajin bantal ya?”
Umi : “hah?! Bukan, kan abi tahu pensiunan PNS, kenapa bi? “
Abi : “kok kalo deket umi rasanya nyamaaan.”

(Hajarrr blehh)

Abi. : “umi itu seperti sendok.”
Umi : “kenapa?”
Abi. : “karena umi terus mengaduk-aduk perasaan abi.” yiihaa
Umi : “abi, kalo ibu kamu & aku tenggelam barengan,,siapa yg kamu tolong?”
Abi. : “ya ibuku lah,, emang kamu yg lahirin aku?”
Umi. : “ih kamuuu.”
Abi. : “iyaa,,tapi habis selamatin ibuku,, aku akan tenggelam bersama kamu.”

(Prikitiw)
Continue reading

KAIDAH-KAIDAH PENTING DALAM MENDIDIK ANAK (1)


Oleh : Aminullah Yasin, S.PdI

Segala puji milik Allah ta’ala, sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kehadirat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta sahabat, keluarga, serta pengikut-pengikut setianya hingga hari akhir. Amma ba’du.

“Gampang-gampang susah, itulah kesan dalam mendidik anak. Anak adalah sebuah anugerah yang Allah berikan kepada manusia, mereka adalah kebanggaan dan harapan setiap orang tua. Namun terkadang sebagai orang tua, kita kurang mengetahui bagaimana mendidik anak dengan baik sehingga kebahagiaan ketika pertama kali mendapatkannya tetap bertahan dan berubah menjadi kebanggaan. Continue reading

Kisah Siput & Katak


Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak.

Suatu hari, katak yg kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:

“Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?”

Siput menjawab: “Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa melompat ke sana ke mari,
Tapi saya mesti membawa cangkang yg berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih.”

Katak menjawab: “Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing², hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak).” Continue reading

Hakim Baik Hati


Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. Namun seorang laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dg alasan agar menjadi cnth bagi warga lainnya.

Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu.

”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”. Continue reading